[Film Review] Sukses Gary Oldman di Film Darkest Hour

Beberapa hari yang lalu kami menonton film Darkest Hour. Film yang bertemakan drama politik yang mengambil setting film di Inggris pada jaman Perang Dunia II (PD II). Agak susah mencari studio yang masih menayangkan film ini di bioskop Jakarta. Karena kebanyakan bioskop sudah menurunkan film tersebut dan hanya kurang lebih 5 bioskop saja yang masih menayangkan. Kemungkinan karena film ini adalah film drama politik yang bagi sebagian orang mungkin terlihat membosankan dan tak mengerti.

a1

Ternyata setelah kami tonton film Darkest Hour ini, anggapan bahwa film ini bosan dan sulit dimengerti sirna sudah. Penampilan Gary Oldman yang berperan sebagai Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill berhasil membawakan peran yang sukses. Winston  Churchill yang baru dilantik dihadapkan dalam mengambil langkah dan strategi dalam melawan Nazi Jerman. Setelah parlemen Inggris memberhentikan Neville Chamberlain (Ronald Pickup) sebagai Perdana Menteri sebelumnya, dengan berbagai pertimbangan akhirnya parlemen mengangkat Winston Churchill untuk menggantikannya.

Sutradara Joe Wright ini mengambil perspektif berbeda dalam menyuguhkan PD II ke bioskop. Tidak ada darah, tank-tank ataupun kekerasan lainnya di dalam film ini. Hanya dalam waktu beberapa hari menjabat, Churchill harus mengambil keputusan penting dalam melawan Nazi Jerman, apakah menyerah atau tetap melawan. Dengan tekanan dari Neville Chamberlain dan Halifax (Stephen Dillane) sebagai Menteri Peperangan, Churchill didesak untuk mundur dan melakukan perundingan damai dengan Jerman. Bukan hanya Halifax dan Chamberlain, banyaknya pihak lain yang juga mendesak Churchill untuk mengambil langkah tersebut, ditambah sikap Churchill yang agak nyentrik membuatnya juga tidak disukai oleh beberapa pihak di dalam pemerintahannya sendiri.

a2

Walau tema yang diusung berat, namun penyampaian dengan humor yang pas dijamin tidak akan membuat penonton ngantuk. Alur yang mengalir sangat mudah dicerna penonton yang tidak terlalu suka dengan film ‘berat’. Akting kelas Oscar dari jajaran cast di film ini menjadi cherry on top bagusnya Darkest Hour. Gary Oldman dengan sempurna meyakinkan penonton bahwa dia adalah Winston Churchill. Gelagat, logat dan bahasa tubuhnya sangat membuat dirinya terlihat seperti Perdana Menteri Inggris yang terkenal dengan slogan Victory-nya. Patut ia mendapatkan piala Golden Globe untuk kali pertama dalam karir beraktingnya. Mulut Oldman dengan flawless mengucapkan pidato-pidato Winston Churchill membuat kita merinding bersemangat.

a3

Sebagai informasi Gary Oldman sukses menyabet beberapa penghargaan sebagai Best Actor.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s